Adian Napitupulu Menyebut Permintaan Presiden 3 Periode

Retaknya hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan PDI-P menjadi perbincangan publik selama beberapa hari ke belakang. Kabar tersebut berembus setelah putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, ditetapkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto, Minggu (22/10/2023).

Ditetapkannya Gibran sebagai cawapres Prabowo menjadi tanda tanya lantaran statusnya sebagai kader PDI-P. Padahal partai berjuluk moncong putih itu sudah menetapkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebagai calon presiden (capres) dan cawapres.Kader PDI-P Adian Napitupulu mengungkapkan awal mula persoalan antara PDI-P dengan Presiden Jokowi. Hal tersebut menurut Adian bermula dari permintaan Jokowi yang ingin masa jabatannya sebagai presiden diperpanjang menjadi tiga periode.

Namun, permintaan tersebut tidak diterima oleh PDI-P. Alasannya, PDI-P tidak ingin mengkhianati konstitusi. “Nah, ketika kemudian ada permintaan tiga periode, kita tolak. Ini masalah konstitusi, ini masalah bangsa, ini masalah rakyat, yang harus kita tidak bisa setujui,” ujar Adian. “Kemudian, ada pihak yang marah ya terserah mereka. Yang jelas kita bertahan untuk menjaga konstitusi. Menjaga konstitusi adalah menjaga republik ini. Menjaga konstitusi adalah menjaga bangsa dan rakyat kita,” sambungnya.

Adian yang kini ditugaskan sebagai Wakil Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres (TKRPP) juga mengaku kecewa dengan manuver Jokowi terhadap PDI-P walau tidak antipati dengan mantan Wali Kota Solo ini. Adian mengutarakan, partainya sudah memberikan segalanya untuk Jokowi dan keluarganya. Dimulai ketika Jokowi menduduki jabatan sebagai Wali Kota Solo selama dua periode.

Tak sampai di situ, PDI-P juga berjuang memenangkan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012 dan Presiden pada 2014 dan 2019. Adian juga menyinggung soal dukungan PDI-P untuk Gibran sebagai Wali Kota Solo dan Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan. “Ada sejarah begini, dulu ada yang datang minta jadi wali kota dapat rekomendasi, minta rekomendasi, dikasih. Minta lagi dapat rekomendasi, dikasih lagi,” imbuhnya.”Lalu, minta jadi gubernur, minta rekomendasi dikasih lagi. Lalu, minta jadi calon presiden, minta rekomendasi dikasih lagi. Kedua kali dikasih lagi,” tambah Adian

Pernyataan Adian soal permintaan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode itu kemudian dibantah oleh Puan Maharani. Menurut Ketua DPP PDI-P itu, Jokowi tidak pernah mengutarakan keinginan tersebut. Baginya, Indonesia tidak mewajarkan masa jabatan presiden ditambah. “Enggak. Enggak pernah setahu saya, enggak pernah beliau (Jokowi) meminta (pada Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri) untuk perpanjangan tiga periode,” ungkap Puan.

Lebih lanjut, Puan juga menyinggung soal amanat UUD 1945 yang mengatur bahwa masa jabatan presiden selama-lamanya lima tahun untuk dua periode saja. “Jadi, kalau kemudian ada perpanjangan itu mekanismenya dari mana, kemudian seperti apa, waktu itu kan tidak ada mekanisme yang kemudian memungkinkan untuk kita melakukan perpanjangan atau melakukan tiga periode,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebutkan, hubungan Jokowi dengan Megawati baik-baik saja. Ia juga membantah adanya keretakan hubungan antara dua tokoh tersebut usai Gibran menjadi cawapres Prabowo. “Pokoknya hubungannya baik-baik saja, cerah ceria, dan rumor yang beredar itu sudah enggak benarlah,” ungkap Pramono. “Yang jelas kita tetap kerja seperti biasa,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like