Ini Strategi Bank Raya Dalam Menghadapi Tahun Politik

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menyiapkan strategi untuk menghadapi tahun politik dan era suku bunga tinggi. Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, tahun politik tidak menjadi masalah bagi dunia perbankan. Oleh karenanya, pihaknya akan tetap fokus pada bisnis digital banking, baik dari sisi tabungan (saving) maupun pinjaman (lending) untuk meningkatkan likuiditas perusahaan. “Tahun politik atau tidak, sebenarnya tidak menjadi masalah bagi dunia perbankan karena itu satu sisi yang berbeda. Artinya apa? Kami akan tetap fokus kepada bisnis kami,” ujarnya saat konferensi pers di Menara BRILian, Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Dengan tetap fokus menggarap lini bisnisnya, dia yakin perusahaan akan dapat mencapai target-target yang diinginkan meskipun ke depannya akan ada banyak tantangan seperti suku bunga tinggi maupun tahun politik. “Tantangan-tantangan yang tadi disebutkan di 2024, tentunya kami akan sikapi dengan prinsip-prinsip perbankan yang ada,” ucapnya.

Direktur Keuangan Bank Raya Rustarti Suri Pertiwi menambahkan, pihaknya justru akan memanfaatkan tahun politik untuk mendukung bisnis UMKM melalui infrastruktur digitalnya. Sebab, masa pemilihan umum (pemilu) biasanya menimbulkan mutiplier effect ke perekonomian yang diharapkan akan berdampak positif pada bisnis UMKM. “Ini kita memang siapkan infrastruktur baik digital cloud ataupun digital savingnya dan itu akan support aktivitas UMKM di tahun politik,” kata Tiwi pada kesempatan yang sama. Sementara untuk menghadapi era suku bunga tinggi, Tiwi mengakui hal ini memang menjadi tantangan bagi industri perbankan.

Namun, pihaknya telah menyiapkan strategi melalui upaya menaikkan komposisi dana murah dari tabungan dan giro (current account saving account/CASA). “Target kita adalah terus menaikkan komposisi CASA. Jadi gimana kita bisa naikkan CASA dengan kita support transaksi nasabah sehingga mereka mau untuk menyimpan dananya, dana CASA-nya yang akan support bisnisnya nasabah itu,” tuturnya. Dia menyebut rasio CASA Bank Raya dari bulan ke bulan terus meningkat. Adapun hingga Kuartal III 2023, jumlah CASA Bank Raya mencapai Rp 1,76 triliun dan menyumbang porsi dana pihak ketiga (DPK) menjadi sebesar Rp 7,06 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like