Kata Erick Thohir Soal Divestasi Saham Vale

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan sedang mempelajari rencana divestasi atau pelepasan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Ia ingin divestasi ini benar-benar menguntungkan bagi negara. “Divestasi Vale ada dua yang sedang kita lihat. Divestasi itu seperti apa kuenya, jangan sampai yang didivestasikan hanya pinggiran saja tetapi yang di tengahnya tetap dikontrol, terus tidak ada efisiensi untuk kita mau me-mining (menambang) ke depan,

” ujarnya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (28/10/2023). Maka dari itu, Erick tidak ingin dirinya dengan mudah menyetujui penawaran divestasi saham Vale. Dia bilang tak ingin diburu-buru dalam mengambil keputusan terkait divestasi tersebut.

Kondisi ini pula yang membuat proses pelepasan saham Vale untuk dibeli Holding BUMN Pertambangan Mind ID belum juga rampung. “Nah itu yang sama kita jangan terus iya, iya saja, tetapi sebenarnya tidak, tidak. Jadi saya harus pelajari dulu,” katanya. Ia mengatakan, pemerintah terbuka terkait diskusi besaran saham yang akan dilepas Vale.

Pemerintah melalui MIND ID ingin menguasai 51 persen saham Vale, maka berarti saham yang dilepas setidaknya harus sebesar 31 persen, sebab saat ini MIND ID baru menguasai 20 persen. Namun hingga saat ini, kedua pemegang saham Vale Indonesia yakni Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining berencana melepas 14 persen kepemilikannya ke MIND ID.

Jika saham yang dilepas hanya 14 persen, artinya MIND ID hanya menguasai 34 persen saham Vale. “Kalau mengenai akuisisi saham, ya kita terbuka, kemarin kan sampai 34 persen tidak, 51 persen kita terbuka. Tapi jangan sampai yang di divestasi ini sebuah kesetengah-hatian,” kata dia. Untuk diketahui, divestasi saham lanjutan Vale Indonesia dilakukan untuk memenuhi syarat perpanjangan kontrak karya yang akan berakhir di 28 Desember 2025, yakni minimal 51 persen saham dikuasai oleh pihak Indonesia.

Kemudian sebesar 20 persen dimiliki MIND ID, dan sekitar 20,64 persen menjadi saham publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, keberlanjutan operasi Vale Indonesia setelah 2025 bergantung di Kementerian BUMN. Sebab, menurutnya di Kementerian ESDM sudah tidak ada lagi masalah terkait proses pelepasan saham Vale. “Tinggal finalisasi dengan BUMN.

Kalau dari Kementerian ESDM sudah tidak ada masalah,” kata dia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (26/10/2023). Arifin bilang, pihaknya akan memberikan izin perpanjangan operasi Vale Indonesia apabila semua persyaratan telah terpenuhi. “Kalau semua persyaratannya sudah dipenuhi, ya iya kan dikasih. Tapi kan itu masih ada di BUMN,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like